Bedah Desa Selat, Bupati Kungjungi Warga Miskin dan Cacat

  • 01 Februari 2016
  • Dibaca: 344 Pengunjung
Bedah Desa Selat, Bupati Kungjungi Warga Miskin dan Cacat

Program bedah desa yang ditujukan  untuk menginventarisasi segala permasalahan dan data di desa yang dilaksanakan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta terus berlanjut. Permasalahan yang digali meliputi aspek sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, potensi termasuk pembangunan di desa itu sendiri. Setelah desa Suana, Dawan Klod dan Dawan Kaler yang dibedah beberapa waktu lalu, hari Sabtu (30/1/2016) giliran desa Selat kecamatan Klungkung yang dikunjungi Bupati Klungkung.  

Desa Selat  terdiri dari tujuh banjar dinas  yakni banjar dinas Gembalan, Takedan, Payungan, Apet, Cucukan, Selat, dan Tabu. Kunjungan Bupati Suwirta di desa Selat, diawali memantau SDN  1  Atap Selat, di banjar dinas Selat. Di sekolah ini Bupati menemukan  salah satu anak Taman Kanak-kanak (TK), atas nama I Gusti Lanang Rama Jagatdita (6) yang  menderita cacat fisik pada kaki dan akan dibantu kursi roda. Di banjar dinas Gembalan,  Bupati Suwirta mengunjungi warga cacat , Ni Kadek Juliantari dan  Ketut Raditya Rama (5)  yang menderita gangguan pendengaran, Ketut Astina menderita kelainan jiwa, Ni Wayan Kamasan (75) mengalami lumpuh karena jatuh,dan Ketut Sudarsana yang juga menderita gangguan pendengaran.

Sementara itu di banjar dinas Apet, Bupati menemukan sosok bocah cilik yatim-piatu yang punya prestasi yakni Ni Kadek Diah Darmayanti (11) yang berhasil menyabet juara pertama lomba atletik bidang olahraga lompat tinggi Porsenijar Kecamatan Klungkung dan juara pertama lompat jauh Bupati Cup 2016. Di samping itu siswi asal Dusun Apet, Desa Selat, Kecamatan Klungkung ini juga berhasil masuk dalam rangking 10 besar di kelasnya, SDN 2 Selat.

Menurut Klian Banjar Dinas Apet I Ketut Tantra, kedua orangtua Damayanti, sudah meninggal beberapa tahun lalu karena sakit. Kini dia hanya tinggal bersama kakaknya, mereka hanya dirawat oleh kakeknya I Wayan Ranteb, dan sang nenek Ni Nengah Gerayam (64) yang kesehariannya sebagai petani penggarap dan termasuk warga miskin. “Damayanti adalah anak yang rajin,” ujarnya. Bahkan ketika pulang sekolah dia kerap membantu kakek dan neneknya memetik bunga pacar ke sawah. Selain kedua kakek dan neneknya, anak ini juga dirawat bibinya Nengah Sutini ( 35) yang juga bekerja sebagai petani.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta agar Damayanti jangan sampai putus sekolah. Terlebih siswi tersebut memiliki prestasi yang bagus. “Anak ini harus dikawal supaya jangan sampai putus sekolah,” ujarnya. Bupati Suwirta juga meminta kepada aparat desa supaya mendata warga yang putus sekolah sehingga nantinya bisa diarahkan untuk mengikuti kejar paket. ini dalam rangka mendukung program wajib belajar 12 tahun.

Dari kunjungannya di banjar dinas tersebut, masih banyak ditemukan data  yang terlewatkan. Untuk itu pihaknya meminta Klian Banjar Dinas maupun Perbekel tidak menutupi realita di lapangan dan membuka semua data yang ada di wilayah masing-masing. “Hari ini kita mulai dan tahun berikutnya kita harus memberikan hak mereka yang miskin dan yang cacat untuk mendapatkan pelayanan yang baik,” tegas Bupati Suwirta.

Sementara terkait beberapa warga yang diusulkan untuk mendapat bedah rumah,  Bupati Suwirta mengimbau perangkat desa untuk mendata lebih lanjut dan membuat usulan. “Di samping melalui anggaran di Pemda, kita juga upayakan bantuan lewat CSR,” sebutnya.

  • 01 Februari 2016
  • Dibaca: 344 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita