Sejarah Desa

  • Dibaca: 725 Pengunjung

Sejarah singkat Desa Selat

            Desa Selat Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung yang sekarang ini, pada masa lalu bernama Desa Selat Kawan, Kawan dalam bahasa Bali yang berarti Barat ini menujukan ada Barat pasti ada yang nama Timur ( Kangin ) ini menunjukan ada dua Desa Selat yaitu :

  1. Selat Kangin, yang sekarang bernama Desa Selat berada di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
  2. Selat Kawan, yang sekarang bernama Desa Selat berada di Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung.

Dari hal tersebut diatas dapat disimpulkan, bahwa Desa Selat Kecamatan Klungkung adalah bagian erat dengan Desa Selat yang berada di Karangasem hal ini dapat dilihat karena ada hubungan kekerabatan dengan Karangasem, diantaranya :

v  Warga I Gusti Lanang Dauh berhubungan erat dengan warga I Gusti yang berada di Selat, Sidemen, Talibeng dan Nongan Kabupaten Karangasem.

v  Warga Bang Manik Angkeran berhubungan dengan Warga Pidpid, Sidemen, Besakih Kabupaten Karangasem.

v  Warga Pakis Kandel berhubungan erat dengan dengan Sidemen, Buda Keling Kabupaten Karangasem

v  Warga Bujangga berhubungan erat dengan warga Saren, Buda Keling Kabupaten Karangasem.

v  Prasasti Warga Pasek di Takedan berhubungan erat dengan  Prasasti Bugbug Karangasem.

v  Prasasti Warga Pulasari juga berhubungan dengan Wangsean, Tangkup Kabupaten Karangasem.

 

Umur Desa di tinjau dari Peninggalan peninggalan kuno.

§  Pura Acala Buung.

Dari bangunan yang berada di Pura Acala Buung merupakan bangunan  kuno karena tidak ada bangunan pelinggih Sanggar Agung, Sapta Petala. Disamping itu pula Patung ( Arca ) yang bahannya dari tanah liat yang dibakar. Cara-cara seperti ini, seperti yang terdapat di Desa-desa Kuno. Seperti Pura Dalem Puri, Prasasti Rai Mergan yang sekarang di keramatkan di Desa Manduang. Dan diperkirakan di bangun pada tahun 1400.

§  Pura Puseh

Pura ini ada kemiripan dengan Pura Acala Buung yakni Arca – Arca yang terbuat dari tanah liat,  gaya ukiran dan atributnya seperti gaya tempo dulu, disamping itu pula terdapat sebuah Bangunan Pelingggih yang dinamakan Dasar Sila Majemuh berupa Batu Besar menyerupai lesung dan ada goresan seperti Goresan Kuku dan ada pula Prasasti Bhatara Sakti. Ini menujukkan Desa Selat duhulu dipimpin oleh orang yang kuat.

Seperti prasasti-prasasti yang terdapat di Pura-Pura Dadia yang ada di Selat, dan bahannya terbuat dari tembaga, lontar serta susunan bahasanya memakai Bahasa Bali Kuno hal tersebut dapat menunjukan tahun 1400  atau sekitar abad 16 Desa Selat sudah ada.

§  Pura Dalem

Di Pura Dalem ini menunjukkan bahwa semakin lama terjadi banyak perubahan sosial masyarakat.

Setelah Kerajaan Klungkung ini berdiri sebagai pengganti Kerajaan Gelgel  sekitar Tahun1686, maka semenjak itu Desa Selat Kawan menjadi wilayah Kerajaan Klungkung, sehingga nama Desa Selat  Kawan menjadi Desa Selat saja.

Dan pada jaman sekitar tahun 1692 Kerajaan Karangasem pernah mengusai sebagian besar pulau Bali seperti tersebut pada sejarah Klungkung halaman 54, yang menyebabkan timbul rasa was-was dari aparat Kerajaan Klungkung, maka Desa Selat menjadi uji coba kekuatan Kerajaan Klungkung, sehingga tempatnya dipencar-pencar sebagai penjaga benteng Kerajaan. Misalnya benteng utara dijaga oleh Gembalan yang sekarang menetap menjadi Desa Adat Gembalan atau Banjar Dinas Gembalan.Timur Laut dijaga oleh Takedan menetap menjadi Desa Adat Takedan dan Payungan menetap menjadi Desa Adat Payungan atau Banjar Dinas Payungan. Timur dijaga oleh Apet menetap menjadi Desa Adat Apet atau Banjar Dinas Apet dan masih ada yang menetap ditengah. Kesemuanya itu terjadi karena lama kelamaan dan bahkan menetap sampai sekarang menjadi Wilayah Adat atau Banjar Dinas seperti tersebut diatas.

Disamping kekuatan – kekuatan dari sebagian Kerajaan Klungkung juga banyak dikirim ke Selat kemudian menetap menjadi penduduk Selat sampai sekarang. Dipura Dalem ini juga ada bangunan meru yang menunjukkan di Desa Selat pernah dipimpin oleh keluarga Raja Klungkung, maka bangunan tambahannya mirip dengan Pura Dalem Agung Klungkung dan pemimpinnya pada waktu itu disebut Manca Agra yang memimpin Kerajaan Klungkung bagian utara pada waktu itu, dan akhirnya Kerajaan Klungkung jatuh ketangan Belanda pada tahun 1908 mulai pada saat itu seluruh penduduk yang menetap di Desa Selat menjadi bagian dari Desa Selat secara keseluruhan. Maka terbentuklah susunan pemerintahan sesuai dengan kehendak pemerintah. Pimpinan tertinggi di Desa Selat pada saat itu disebut perbekel mengambil pimpinan Bali kuno yaitu jero mekel.

Demikian sejarah singkat Desa Selat Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung. 

  • Dibaca: 725 Pengunjung